MEMAHAMI STRATEGI
SISTEM PENGENDALIAN MANAGEMENT
Menurut
Anthony dan Govindarajan,
•
Sistem merupakan suatu cara
tertentu dan biasanya berulang untuk melaksanakan suatu atau serangkaian
aktivitas.
•
Pengendalian manajemen
merupakan proses dimana para manajer mempengaruhi anggota organisasi lainnya
untuk mengimplementasikan stategi organisasi.
MEMAHAMI STRATEGI
Sistem pengendalian manajemen
merupakan alat untuk mengimplementasikan strategi. Tiap organisasi memiliki
strategi yang berbeda-beda, dan pengendalian harus disesuaikan dengan syarat
strategi spesifik. Strategi yang berbeda memerlukan prioritas tugas berbeda,
factor penentu keberhasilan berbeda, dan keterampilan, perspektif, dan perilaku
yang berbeda pula. Oleh karena itu, yang seharusnya diperhatikan dalam desain
sistem pengendalian adalah apakah perilaku yang didorong oleh sistem tersebut
merupakan perilaku yang diperlukan oleh suatu strategi.
Strategi adalah rencana-rencana
untuk mencapai tujuan organisasi. Untuk mengimplementasikan strategi tersebut
diperlukan suatu alat yaitu Sistem Pengendalian Manajemen. Tiap organisasi
memiliki strategi dan pengendalian yang berbeda-beda sesuai dengan tujuan yang
ingin dicapai. Strategi mendeskripsikan arah umum yang akan dituju suatu
organisasi untuk mencapai tujuannya..
1.
Kerangka
Kerja untuk Penerapan Strategi
Menurut Robert N. Anthony dan Govindarajan
Pengendalian manajemen
merupakan satu-satunya perangkat manajer yang digunakan dalam
mengimplementasikan strategi yang diinginkan.
Strategi tersebut diimplementasikan dalam struktur organisasi, manajemen
Sumber Daya Manusia dan kebudayaan
·
Struktur Organisasi menetapkan peranannya, hubungan
pelaporan, dan revisi yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan dalam
organisasi.
·
Manajemen SDM melakukan
seleksi,pelatihan,evaluasi,promosi,dan pemecatan karyawan serta untuk
mengembangkan pengentahuan dan ketrampilan yang diperlukan untuk melaksanakan
strategi organisasi.
·
Kebudayaan berarti
seperangkat keyakinan bersama,sikap,dan norma-norma yang secara eksplisit
maupun implisit membimbing tindakan manajer.
2.
Perumusan
strategi
Formulasi
strategi merupakan
proses memutuskan tujuan organisasi dalam strategi untuk mencapai tujuan
keseluruhan dari sebuah organisasi.
Perbedaan antara formulasi strategi dan pengendalian manajemen
Formulasi Strategi adalah
proses pengambilan keputusan strategi baru, sedangkan pengendalian manajemen
adalah proses pengimplementasian strategi tersebut. Dari titik awal rancangan
sistem, perbedaan yang terpenting antara formulasi strategi dan pengendalian
manajemen adalah formulasi strategi pada dasarnya tidak tersistematis. Ancaman,
kesempatan, dan gagasan baru tidak terjadi pada jangka waktu yang
tetap:sehingga keputusan stratejik mungkin dibuat pada saat kapan pun.
3. Tujuan
Meski kita sering mengacu pada apa
yang disebut sebagai tujuan-tujuan perusahaan, suatu perusahaan tidak punya
tujuan; pada hakikatnya perusahaan adalah artifisial yang tidak memiliki
pikiran maupun kemampuan mengambil keputusan sendiri. Tujuan perusahaan ditentukan
oleh pemimpin manajemen puncak (chief executif officer – CEO)
perusahaan yang bersangkutan, dengan mempertimbangkan nasihat yang diberikan
oleh para manajer senior lainnya, dan biasanya kemudian diratifikasi oleh dewan
direksi. Tujuan “perusahaan” bisa berupa :
·
Profitabilitas
Profitabilitas
(ROI) terdiri atas presentase profit margin dan investment
turnover. Dalam hal
ini berkaitan dengan kapasitas perusahaan menghasilkan laba. Profitabilitas lebih mengacu pada profit jangka panjang
daripada suatu periode dalam satu tahun (current quarter ), sebab beberapa
pengeluaran saat ini bisa jadi menurunkan profit saat ini, tapi dapat
meningkatkan profit dalam jangka panjang.
Contohnya : Dalam
bisnis, kapasitas untuk menghasilkan laba biasanya merupakan tujuan yang paling
penting, profitabilitas dinyatakan dalam arti dan konsep yang paling luas
melalui persamaan yang merupkan hasil dari dua rasio.
Pendapatan –
Beban * pendapatan =
ROI
Pendapatan investasi
Contohnya : $10.000 - $ 9.500
* $10.000 = 12,5%
$10.000 $4.000
Rasio pertama dalam perhitungan ini
disebut persentase margin laba (profit margin percentage): ($10.000 - $9.500) / $10.000 = 5%
Rasio kedua merupakan perputaran
investasi (investment turnover – ITO ):
$10.000 / $4.000 = 2,5 kali
Produk dari dua rasio ini adalah pengembalian
atas presentasi (return on investment – ROI) : 5% x 2,5 kali = 12,5 %. ROI ini
diperoleh dengan membagi laba (yaitu, pendapatn dikurangi beban) dengan
investasi, akan tetapi metode ini mencakup dua komponen utama, yakni ; margin
laba dan perputaran investasi.
Profitabilitas mengacu pada laba
dalam jangka panjang, buka laba kuartal atau tahun berjalan. Banyak pengeluaran
dalam periode berjalan mengurangi laba saat ini namun meningkatkan laba jangka
panjang.
·
Memaksimalkan nilai pemegang saham
Pada tahun 1980-an & 1990-an, istilah “nilai pemegang
saham” (shateholder value) sering muncul dalam literatur bisnis. Konsepnya
adalah tujuan yang semestinya bagi sebuah perusahaan yang mencari laba adalah
memaksimalkan nilai pemegang saham. Meskipun arti istilah itu sendiri tidaklah
terlalu jelas, mungkin hal tersebut mengacu pada harga pasar saham perusahaan.
Akan tetapi, diyakini bahwa mencapai tingkat laba yang memuaskan adalah cara
yang lebih baik dalam menetapkan tujuan perusahaan. Ada 2 alasan untuk
itu, yaitu :
-
Pertama, istilah “memaksimalkan”
menyiratkan bahwa selalu ada cara untuk mendapatkan jumlah maksimum yang dapat
dihasilkan oleh sebuah perusahaan. Bukan ini yang terjadi. Dalam memilih
antara 2 macam tindakan, pihak manajemen biasanya memilih sesuatu yang diyakini
dapat meningkatkan profitabilitas setinggi mungkin. Akan tetapi, sangat jarang,
sekalipun ada, manajemen yang mengidentifikasi seluruh alternatif yang ada
maupun efek-efeknya terhadap profitabilitas.
-
Kedua, meskipun upaya mengoptimalkan
nilai pemegang saham mungkin menjadi tujuan utama, namun ini bukan berarti
merupakan satu-satunya tujuan bagi banyak organisasi. Tentu saja, jika sebuah
perusahaan tidak bisa menghasilkan laba setidaknya setara dengan biaya
modalnya, dan kecuali perusahaan mampu melakukan hal tersebut ia tidak bisa
dituntut untuk melakukan tanggung jawab yang lain.
·
Risiko
Upaya sebuah organisasi perusahaan untuk meningkatkan
profitabilitas sangat dipengaruhi oleh kemauan pihak manajemen untuk mengambil
risiko. Tingkat pengambilan risiko sangat bervariasi, tergantung pada
kepribadian atas masing-masing individu di jajaran manajemen. Akan tetapi,
selalu ada batas atas ; sejumlah organisasi perusahaan secara terang-terangan
menyatakan bahwa tanggung jawab utama manajemen adalah menjaga asset-aset
perusahaan, sedangkan profitabilitas menjai tujuan kedua. Sebagian besar krisis
keuangan yang terjadi di Asia selama tahun 1996 - 1998 bisa dilacak dari
fakta bahwa bank-bank di Asia telah memberikan pinjaman yang kelihatannya
sangat menguntungkan tanpa memperhatikan tingkat risiko yang dihadapi.
·
Pendekatan multiple stakeholder
Stakeholder
adalah semua pihak di dalam masyarakat, baik individu, komunitas atau kelompok
masyarakat. Dan merupakan bagian terpenting dari sebuah organisasi untuk
mengembangkan tujuannya.
Organisasi-organisasi terlibat dalam 3 jenis pasar : pasar
modal (capital market), pasar produk (product market) dan pasar faktor
(factor market). Sebuah perusahaan mencari dana melalui pasar modal
(capital market), di mana para pemegang saham publik merupakan
konstituennya yang sangat penting. Perusahaan menjual barang & jasa di
pasar produk (product market), di mana para konsumenlah yang menjadi
konstituennya. Sementara perusahaan berkompetisi untuk memperoleh sumber
daya seperti sumber daya manusia & bahan-bahan mentah di pasar factor
(factor market ), di mana yang menjadi konstituenutamanya adalah pegawai
perusahaan & para pemasok serta berbagai komunitas yang menyediakan sumber
daya & menjadi tempat beroperasinya perusahaan.
Sesuai dengan apa yang diperoleh dari 3 pasar tersebut,
organisasi memiliki tanggung jawab terhadap para pemangku kepentingan tersebut,
yaitu : para pemegang saham, konsumen, para pegawai, para pemasok, &
masyarakat. Idealnya, sistem pengendalian manajemennya harus mengidentifikasi
tujuan-tujuan dari setiap kelompok ini & mengembangkan sistem penilaian
(scorecard) untuk mengawasi / menilai kinerjanya.
4.
Konsep
Strategi
Walaupun
definisi berbeda satu sama lain, ada kesepakatan umum bahwa strategi
mendeskripsikan arah umum yang akan dituju suatu organisasi untuk mencapai
tujuannya. Setiap organisasi yang dikelola dengan baik memiliki 1 strategi /
lebih, walaupun mungkin tidak dinyatakan secara eksplisit. Jenis-jenis umum strategi yang dapat membantu organisasi
mencapai tujuannya. Perusahaan mengembangkan strateginya dengan mencocokkan
kompetensi intinya dengan peluang industri.
Strategi dapat ditemukan pada dua
tingkatan :
·
Strategi untuk
organisasi keseluruhan
·
Strategi
untuk unit bisnis dalam organisasi
Sekitar 85% perusahaan
industry Fortune 500 di AS memiliki lebih dari satu unit
bisnis dan sebagai akibatnya merumuskan strategi pada kedua tingkatan.
|
Tingkatan strategi
|
Isu strategi kunci
|
Opsi Strategi Generik
|
Tingkatan Organisasi Primer yang terlibat
|
|
Corporate level (tingkat korporat/organisasi keseluruhan)
|
Apakah kita ada dalam bauran industry yang tepat?
Apa industry atau subindustri yang harus kita masuki?
|
Industru tunggal.
Diversifikasi yang berhubungan.
Diversifikasi yang tidak berhubungan.
|
Kantor korporat
|
|
Business unit level (tingkat unit bisnis)
|
Apakah yang seharusnya menjadi misi dari unit bisnis
tersebut.
Bagaimana unit bisnis harus bersaing untuk mewujudkan
misinya ?
|
Membangun.
Mempertahankan.
Memanen.
Menjual.
Biaya rendah.
Diferensiasi.
|
Kantor korporat dan manajer umum unit bisnis
Manajer umum unit bisnis
|
Dua Tingkatan Strategi
Walaupun pilihan strategi berbeda
pada tingkatan hierarkis yang berbeda, ada kebutuhan yang jelas untuk
konsistensi dalam strategi di seluruh tingakatan unit bisnis dan organisasi
keseluruhan (korporat).
·
Strategi
Level Korporasi
Strategi korporat adalah mengenai
keberadaan di tengah-tengah bauran bisnis yang tepat. Oleh karena itu, strategi
korporat lebih berkenaan dengan pertanyaan di mana sebaiknya bersaing
& bukannya bagaimana bersaing dalam industri tertentu ; yang merupakan
strategi unit bisnis. Pada tingkat korporat, masalahnya adalah :
-
Definisi bisnis di mana perusahaan
akan berpartisipasi.
-
Penugasan sumber daya antar
bisnis-bisnis tersebut.
Analisis strategi tingkat korporat menghasilkan keputusan
yang melibatkan bisnis yang akan ditambah, bisnis yang akan dipertahankan,
bisnis yang akan ditekankan, bisnis yang akan dikurangi perhatiannya, &
bisnis yang didivestasi (dijual). Berkaitan dengan strategi tingkat korporat,
perusahaan dapat diklasifikasikan ke dalam salah satu dari 3 kategori yaitu:
-
Perusahaan
dengan industri tunggal, beroperasi
dalam satu lini bisnis. Exxon-Mobil yang bergerak dalam industri minyak bumi
merupakan salah-satu contohnya. Perusahaan dengan diversifikasi yang
berhubungan beroperasi dalam beberapa industry, dan unit-unit bisnis tersebut
memperoleh manfaat dari seperangkat kompetensi inti yang umum.
-
Perusahaan
dengan diversifikasi yang berhubungan, Procter
& Gamble (P&G) adalah salah-satu contoh dari; perusahaan ini memiliki
unit-unit bisnis dalam popok (Pampers), deterjen (Tide), sabun (Ivory), pasta
gigi (Crest), Shampo (Head & Shoulders), dan produk konsumen bermerek
lainnya. P&G mempunyai dua kompetensi inti yang menguntungkan semua unit
bisnisnya:
(a) keterampilan inti dalam beberapa
teknologi kimia, dan
(b) keahlian distribusi dan
pemasaran produk konsumen dengan harga rendah melalui supermarket.
-
Perusahaan
dengan bisnis yang tidak berhubungan, beroperasi
dalam bisnis yang tidak saling berhubungan satu sama lain hubungan antara
unit-unit bisnis bersifat murni financial. Textron contohnya. Perusahaan ini
beroperasi dalam bisnis yang sangat terdiversifikasi seperti dalam alat tulis,
helicopter, gergaji besar, komponen mesih pesawat terbang, forklift, alat
mesin, penghubung khusus, dan mesin-mesin turbin gas.
Pada tingkat corporat, salah-satu
dimensi yang paling signifikan di mana konteks strategis berbeda
adalah tingkat dan jenis diversifikasi yang dilakukan oleh
perusahaan-perusahaan yang berbeda.
Kompetensi
Inti & Diversifikasi Korporat
Penelitian
telah menunjukkan bahwa, secara rata-rata, perusahaan dengan diversifikasi yang
berhubungan mencapai kinerja tertinggi, perusahaan dengan industri tunggal
mencapai kinerja terbaik kedua, & perusahaan dengan diversifikasi yang
tidak berhubungan tidak mencapai kinerja baik dalam jangka waktu panjang. Hal
ini disebabkan karena markas besar korporat, dalam perusahaan dengan
diversifikasi yang berhubungan memiliki kemampuan untuk mentransfer kompetensi
inti dari 1 unit bisnis ke unit bisnis yang lain.
Kompetensi
inti adalah kemampuan yang digunakan oleh perusahaan untuk mencapai kinerja
yang lebih tinggi & menambah nilai signifikan bagi pelanggan. Oleh karena
itu, pertumbuhan berbasis kompetensi & diversifikasi memiliki potensi
untuk berhasil. Unit-unit bisnis dari perusahaan dengan diversifikasi yang
berhubungan mungkin akan lebih buruk jika dipecah menjadi perusahaan-perusahaan
yang terpisah, karena perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan dapat
mengeksploitasi sistem operasinya secara lintas unit bisnis. Perusahaan dengan
diversifikasi yang tidak berhubungan, di lain pihak, tidak memiliki sinergi
operasi. Sebagian besar kegiatan usaha diversifikasi korporat yang gagal di
masa lalu termasuk dalam jenis ini.
Implikasi
dari Desain Sistem Pengendalian
Strategi
korporat adalah 1 rangkaian dengan strategi industri tunggal di 1
ujung spektrum & diversifikasi yang tidak berhubungan di ujung lain
(diversifikasi yang berhubungan ada di tengah spektrum). Banyak perusahaan
tidak sesuai bila digolongkan ke salah satu dari 3 kelas ini. Walaupun
demikian, hamper semua perusahaan dapat diklasifikasikan di sepanjang
rangkaian tersebut. Lokasi perusahaan pada rangkaian ini tergantung pada
tingkat & jenis diversifikasinya. Syarat perencanaan & pengendalian
perusahaan yang menggunakan strategi diversifikasi tingkat korporat (yakni,
tingkat & jenis diversifikasi) begitu berbeda.
·
Strategi
Unit Bisnis
Persaingan antar perusahaan dengan diversifikasi tidak
berlangsung pada tingkat korporat. Sebaliknya, unit bisnis dalam satu
perusahaan (Protecter & Gamble’s Pampers unit) bersaing dengan unit
bisnis dalam perusahaan lain (Kimberly Clark’s Huggies unit). Kantor korporat
dari perusahaan dengan diversifikasi tidak menghasilkan laba dari dirinya
sendiri; melainkan pendapatan dihasilkan dan biaya ditanggung dalam unit-unit
bisnis. Strategi unit bisnis berkenaan dengan bagaimana menciptakan dan
memelihara keunggulan kompetitif dalam masing-masing industry yang telah
dipilih oleh suatu perusahaan untuk berpartisipasi.
Misi Unit Bisnis
Dalam perusahaan dengan diversifikasi, salah-satu tugas
manajemen senior adalah mengalokasikan sumber daya, yakni, membuat keputusan
mengenai penggunaan kas yang dihasilkan dari beberapa unit bisnis untuk
mendanai pertumbuhan dalam unit bisnis lain.
Beberapa model perencanaan telah dikembangkan untuk membantu
manajer tingkat korporat dalam mengalokasikan sumber daya secara efektif.
Model-model ini menyarankan bahwa perusahaan memiliki unit-unit bisnis dalam
beberapa kategori, yang diidentifikasikan dengan misinya; strategi yang tepat
untuk setiap kategori yang berbeda.
Keunggulan kompetitif unit bisnis
Setiap unit bisnis harus mengembangkan keunggulan
kompetitifnya untuk dapat melaksanakan misinya. Dalam mengembangkan keunggulan
kompetitif unit bisnis, perlu diperhatikan 3 hal yaitu :
-
Apa struktur industri di tempat unit
bisnis beroperasi ?
-
Bagaimana unit bisnis seharusnya
mengeksploitasi struktur industri ?, &
-
Apa yang akan menjadi dasar keunggulan
kompetitif unit bisnis ?
Michael Porter mendeskripsikan 2
pendekatan analitis untuk mengembangkan keunggulan kompetiif yg superior, yaitu
analisis industri (industry analysis) & analisis rantai nilai (value chain
analysis).
·
Analisis industri (industry
analysis)
Studi ini menunjukkan bahwa rata-rata profitabilitas industri sejauh
ini merupakan prediktor paling signifikan dari kinerja perusahaan. Menurut
Porter, struktur industri harus dianalisis terkait dengan kekuatan kolektif
dari 5 kekuatan
persaingan:
-
Intensitas persaingan antara para
competitor yang ada. Faktor-faktor yang mempengaruhi persaingan secara langsung
adalah pertumbuhan industri, diferensiabilitas produk, jumlah dan
keanekaragaman pesaing, tingkat biaya tetap, hambatan untuk keluar dari
industry, dan intermittent overcapacity.
-
Bargaining power (Daya tawar)
pelanggan. Faktor-faktor yang mempengaruhi bargaining power pelanggan adalah
jumlah pembeli, switching cost (biaya peralihan) pembeli, kemampuan
pembeli untuk integrate backward, dampak produk dari unit bisnis
pada total cost pembeli, dampak produk unit bisnis pada kualitas /
kinerja produk pembeli, dan signifikansi volume unit bisnis bagi pembeli.
-
Bargaining power (Daya tawar)
supplier. Faktor-faktor yang mempengaruhi bargaining
power supplier adalah jumlah supplier, kemampuan supplier untuk
integrate forward kehadiran input substitusi, dan pentingnya volume unit
bisnis bagi supplier.
-
Ancaman dari pengganti.Faktor-faktor
yang mempengaruhi barang substitusi adalah harga / kinerja relatif barang
substitusi, switching cost pembeli, dan kecenderungan pembeli untuk menggunakan
barang substitusi.
-
Ancaman dari pendatang baru yang masuk
industri. Faktor-faktor yang mempengaruhi hambatan pendatang baru adalah
persyaratan modal, akses terhadap saluran distribusi, economies of scale,
diferensiasi produk, kompleksitas teknologi dari produk / proses, tindakan
balasan yang diperkirakan dari perusahaan-perusahaan yang sudah ada, dan
kebijakan pemerintah.
Ada 3 observasi yang dibuat
sehubungan dengan analisis industri :
-
Semakin kuat 5 kekuatan tersebut,
semakin rendah kemungkinan profitabilitas dari industri itu.
-
Bergantung pada kekuatan relatif
dari 5 kekuatan itu, masalah strategis kunci yang dihadapi oleh unit bisnis
tersebut akan berbeda dari 1 industri ke industri yang lain.
-
Memahami hakikat setiap kekuatan
membantu perusahaan untuk merumuskan strategi yang efektif.
·
Analisis
Rantai nilai (Value chain analysis)
Rantai nilai adalah pola yang digunakan perusahaan
untuk memahami posisi biayanya dan untuk mengidentifikasi cara-cara yang dapat
difunakanuntuk memfasilitasi implementasi dari strategi tingkat bisnisnya.
Model rantai
nilai merupakan alat analisis yang berguna untuk mendefinidikan kompetensi inti
perusahaan dimana perusahaan dapat mengejar keunggulan kompetitif, sebagai
berikut :
-
Keunggulan biaya, dengan lebih baik memahami biaya dan
menekannya keluar dari aktivitas penambahan nilai.
-
Differensiasi, dengan berfokus pada
aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan kompetensi inti dan kemampuan untuk
melakukannya lebih baik daripada pesaing.
Keunggulan
bersaing Generik
Analisis
5 kekuatan merupakan titik awal untuk mengembangkan keunggulan persaingan
karena ini membantu mengidentifikasi kesempatan & ancaman dalam lingkungan
eksternal. Dengan pemahaman ini, Porter mengklaim bahwa unit bisnis memiliki 2
cara generik untuk merespons terhadap kesempatan dalam lingkungan eksternal
& mengembangkan keunggulan kompetitif yang berkesinambungan yaitu Biaya
rendah & Diferensiasi.
-
Biaya Rendah Kepemimpinan biaya
dapat diperoleh melalui beberapa pendekatan seperti skala ekonomis dalam
produksi, dampak kurva belajar, pengendalian biaya yang ketat, &
minimalisasi biaya (dalam beberapa area seperti penelitian &
pengembangan, jasa, tenaga penjualan, / periklanan).
-
Diferensiasi Fokus utama strategi
ini adalah melakukan diferensiasi penawaran produk yang dihasilkan oleh
unit bisnis, sehingga menciptakan sesuatu yang dipandang oleh pelanggan sebagai
sesuatu yang unik.
5.
Nucor
Corporation
Nucor
Corporation adalah
sebuah perusahaan publik asal Amerika Serikat yang bergerak
di industri baja, yang awalnya bergerak dalam
industrimanufaktur otomotif didirikan oleh Ransom Eli Olds dengan nama
Oldsmobile dan kemudian hari menjadi
REO Motor Cars. Seiring dengan perkembangan perusahaan, perusahaan tersebut kemudian
menjadi perusahaan Nuclear Corporation of
America, sebuah usaha yang terlibat dalam pembuatan
instrumen nuklir dan bisnis elektronika pada tahun 1950 dan awal 1960-an.
Pada
tahun1965, perusahaan bangkrut dan kemudian menunjuk F. Kenneth Iverson (39
tahun) sebagai CEO, setelah sebelumnya ia bergabung sebagai VP pada
tahun 1962.Iverson memfokuskan dirinya untuk memperbaiki perusahaan yang gagal
tersebut pada dua bisnis, yakni
membuat baja dari logam sisa/bekas yang didaur ulang dan pabrikasi balok baja
untukdigunakan dalam konstruksi non hunian. Pada tahun 1972, perusahaan berubah
namanya menjadi Nucor
Corporation
·
Pada tahun 1999, terjadi 2 kali pergantian pimpinan
Nucor yaitu Ken Iverson dan John Correnti
·
Penggantinya adalah David Aycock (68 tahun) yang
merupakan pemegang saham terbesar.
·
Permasalahan: arahan strategi perusahaan dalam jangka
panjang.
Alasan :
·
Permintaan terhadap baja di AS secara keseluruhan
hanya meningkat kurang dari 1,5% per tahun.
·
Pangsa pasar yang dapat di ambil alih oleh Nucor dari
perusahaan-perusahaan kecil lainnya sangatlah terbatas.
·
Banyak perusahaan meniru ide-ide yang selama ini
dimiliki oleh perusahaan kecil.
Akibat : impor baja yang berbiaya rendah berhasil menembus pasar AS pada
tahun 1999
Perubahan strategi yang diajukan oleh dewan pimpinan:
1.
Melakukan akuisisi
2.
Masuk ke pasaran global
3.
Membangun tanur tinggi
4.
Diversifikasi produk untuk masuk ke wilayah-wilayah di
luar cabang produksi baja.
5.
Menambah lapisan-lapisan baru organisasi
6.
Mengubah komposisi dewan perusahaan.
Permasalahan
Berikut pembahasan dari permasalahan yang ada:
1. Apakah anda setuju bahwa Nucor harus melaksanakan
perubahan yang mendasar agar selamat dan berhasil pada abad ke-21? Bagaimana
Anda mengevaluasi pergantian dalam strateginya secara spesifik?
Ya, setuju
karena pada dasarnya strategi dapat berubah, lingkungan organisasi dapat
berubah dan efektivitas serta efisiensi aktivitas organisasi juga bisa berubah
sesuai dengan keadaan dan masalah yang terjadi. Dalam hal ini Nucor harus
mempertimbangkan apa yang sedang terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi
pada masa depan dan dalam lingkungan organisasi. Oleh karena itu, Nucor membuat
keputusan yang sesuai dengan sasaran, rencana strategis, dan kemampuan dengan
faktor-faktor lingkungan untuk menghadapi permasalahan yang terjadi.
Perubahan-perubahan
yang terjadi:
·
Melakukan akuisisi. Bermula dari akhir tahun 1998,
manajemen Nucor memutuskan untuk membeli pabrik yang sudah ada dibandingkan
membuat baru, dan mulai mencari kemungkinan mengenai akuisisi, mengingat pabrik
dapat dibeli dengan harga yang murah, hanya membeli peralatan yang diperlukan,
dan dijalankan dengan biaya yang bersaing atau bahkan lebih murah. Nucor
memilih cara populer untuk tumbuh yaitu dengan melakukan akuisisi. Menurut
Aycock dengan anjloknya harga baja pada tahun 1999, dia percaya bahwa perusahaan
bisa memperoleh harga yang pantas dan bisa mendapatkan sejumlah perusahaan
untuk di akuisisi, termasuk di antaranya adalah Gallatin Steel di Kentucky.
Sampai saat ini Nucor berhasil mengakuisisi beberapa perusahaan seperti Auburn
Steel, Birmingham Steel, ITEC steel, Steel and Connecticut Marion Steel
Corporation, David J.Joseph Co dan Harris Steel.
·
Ekspansi Global. Baja tidak lagi sekedar komoditi
untuk pasar lokal dan produk harus bersifat global. Pertumbuhan Nucor di masa
depan akan tergantung dari kemampuannya menerobos pasaran Amerika Latin dan
Asia dengan menggandeng mitra-mitra lokal dengan cara joint venture. Saat ini
Nucor bekerja sama dengan Companhia Vale do Rio Doce (CVRD) untuk menciptakan
dan menjalankan proyek yang ramah lingkungan. Nucor tidak menggunakan pohon
eucalyptus sebagai bahan bakar untuk membuat batu bara, karena akan merusak
lingkungan. Namun, Nucor menggunakan teknologi HIsmelt untuk proses pembuatan
besi dengan kualitas yang tinggi yang sudah dikembangkan selama 10 tahun oleh Rio
Tinto Group. Nucor dapat menggunakan teknologi ini karena memiliki 25% dari
kepemilikan perusahaan. Selain itu baru-baru ini Nucor berencana melakukan
joint venture dengan Duferco Swiss Group untuk memproduksi baja batangan di
Italia.
·
Membangun tanur-tanur tinggi. Tanur-tanur tinggi dapat
mengatasi kelemahan-kelemahan yang nantinya akan bersifat membahayakan begitu
perusahaan-perusahaan mulai tumbuh. Sebuah tanur tinggi dapat menghilangkan
ketergantungan pada pasar, logam-logam sisa yang tidak stabil. Nucor juga
menginvestasikan pembuatan pabrik baru. Pada tahun 2006, Nucor menyatakan untuk
mendirikan fasilitas baru untuk menghasilkan sistem bangunan yang terbuat dari
besi di Brigham City, Utah. Pabrik ini memberikan kapasitas 45ribu ton,
mempekerjakan lebih dari 200 orang, dan biayanya sebesar $27 juta. Pada tahun
yang sama, Nucor juga menyatakan untuk membangun pabrik besi di Memphis,
Tennessee, untuk memproduksi besi potongan dengan kualitas khusus. Biaya untuk
pabrik ini diperkirakan $230 juta, mempekerjakan lebih dari 200 orang, dan
berkapasitas 850 ribu ton per tahun.
·
Diversifikasi produk di luar baja. Menurut Aycock
basis perusahaan dapat diperluas di luar sektor baja wilayah-wilayah manufaktur
lainnya di mana model Nucor akan bekerja.
·
Jajaran baru di level manajemen. Besarnya perusahaan,
cukup menjelaskan bahwa atasan tidak bisa mengetahui semua yang terjadi. Setiap
eksekutif tingkat tinggi harus membawahi tidak lebih dari tujuh orang manajer
pabrik yang memberikan laporan. Artinya adalah untuk mengurangi
kekeliruan-kekeliruan dan memonitor biayanya. Tetapi walaupun Nucor menambah
jajaran baru di level manajemen Nucor tetap mempertahankan manajemen yang
terdesentralisasi namun tidak murni desentralisasi, yang membuat karyawan mampu
membuat kualitas tanpa kompromi, pelayanan responsif dan harga yang kompetitif.
·
Merekrut orang-orang di luar perusahaan. Merekrut
orang-orang di luar perusahaan pada November 1999, para direktur yang berasal
dari luar perusahaan berjumlah sekitar dua pertiga dari jumlah angota dewan
Nucor.
2. Dapatkah Nucor mempertahankan sistem pengendalian dan
budayanya yang unik di bawah arahan strategi yang baru?
Dengan adanya perubahan strategi maka akan diikuti
oleh perubahan struktur. Tetapi Nucor memiliki sistem pengendalian dan budaya
yang unik dan sekaligus merupakan kekuatan yang besar bagi Nucor sehingga dapat
bertahan sampai saat ini. Namun pada masa kepemimpinan Ken Iverson manajemen
perusahaan sangatlah terdesentralisasi sehingga karena memiliki begitu banyak
kekuasaan di masing-masing divisi tidak ada visi rencana strategis jangka
panjang untuk Nucor.
Setelah Iverson pensiun, para direksi baru menyadari
masalah ini dan mulai mengembangkan sebuah rencana. Lalu munculah sentralisasi
di Nucor, yang telah mendorong arus sukses dan memastikan tulang punggung yang
solid untuk mendukung unit bisnis yang berbeda. Jadi Nucor tetap berdasarkan
manajemen yang desentralisasi namun tetap ada sentralisasi karena
desentralisasi total tanpa koordinasi dan kepemimpinan dari puncak, jelas tidak
diinginkan.karena pada dasarnya tujuan organisasi–integrasi efisien dari
subunit untuk mencapai sasaran organisasi lewat rencana strategis akan gagal
tanpa kendali tersentralisasi.
Norma, nilai, dan pemahaman yang dimiliki bersama
(budaya) dari anggota beberapa organisasi mendukung pengendalian yang ketat di
puncak. Sejarah suatu organisasi membantu menciptakan budaya yang ada sekarang.
Manajer di perusahaan yang tumbuh dengan cepat lewat akuisisi akan belajar
untuk hidup dengan kebebasan yang lebih besar dari perusahaan yang diakuisisi.
Mungkin dengan adanya akuisisi, jajaran baru di level manajemen serta adanya
recruitment orang-orang luar ke dalam perusahaan akan membuat suatu situasi
yang tidak nyaman . Karyawan merasa terancam karena perubahan radikal dalam
budaya organisasi. Perubahan demografi di tempat kerja telah menimbulkan
kegelisahan bagi beberapa anggota yang termasuk “angkatan tua”. Untuk menangani
masalah ini perusahaan dapat mendirikan sebuah forum untuk membantu individu
mau menerima perubahan dalam organisasi.
3. Apakah
karena kemampuan Nucor dalam menjalankan strateginya sehingga Nucor tetap bertahan?
Ya.
Strategi Nucor difokuskan pada dua kompetensi utama yaitu membangun fasilitas
manufaktur baja yang ekonomis dan mengoperasikannya secara produktif. Penerapan
startegi tersebut secara konsisten dan berkesinambungan dilakukan oleh Nucor.
Strategi ini didukung oleh sumber daya manusia yang ada dalam perusahaan
melalui penurunan (cascade) target perusahaan menjadi target kelompok dan individu.
Hal itu
dengan sendirinya akan mendorong karyawan untuk berlomba mencapai target
perusahaan. Pertemuan rutin yang dilakukan diantara manajemen puncak, manajer
pabrik, dan karyawan untuk mengevaluasi kinerja membantu meningkatkan kinerja
perusahaan. Sistem kerja yang terbuka dan informal serta insentif yang besar
bila karyawan semakin produktif menjadikan setiap orang dalam Nucor termotivasi
untuk lebih memajukan perusahaan. Untuk monitoring implementasi strategi
dilakukan review terhadap kinerja melalui laporan yang dikirimkan secara rutin
setiap pekan dan bulanan dari seluruh pabrik. Nucor berhasil
mengimplementasikan strategi perusahaan dengan baik sehingga berdampak pada
bagusnya kinerja perusahaan.
Kesimpulan
Memahami strategi merupakan hal yang harus dipelajari bagi para pelaku
organisasi, meningat betapa pentinya menyusun strategi yang tepat. Strategi
sendiri merupakan arah umum ataupun rencana-rencana yang dibuat oleh sebuah
organsiasi agar dapat mencapai tujuan dari organisasi. Penyusunan strategi
memerlukan pertimbangan yang matang, dimulai dari berbagai analisis dari sisi
internal dan eksternal sampai dengan melihat dari peluang/ancaman yang muncul
serta keunggulan/kelemahan dari kompetensi inti setiap organisasi. Maka dari
itu para penyusun strategi disetiap organisasi harus sangat memahami proses
ini.
Para pelaku organisasi juga harus mampu memetakan arah dari organisasi
yang akan mereka jalani dan mengklasifikasikan setiap jenis strategi yang akan
digunakan. Banyaknya model dalam memetakan dan menyusun strategi pada saat ini,
akan menuntut para pelaku/penyusun organisasi untuk memilih model yang tepat
bagi organisasinya. Karena beda organisasi maka akan beda pula dalam strategi
dan pengendaliannya. Maka dari itu pengetahuan dan pengalaman yang cukup
mengenai organisasi merupakan salah satu faktor kunci dalam menyusun dan
menetapkan strategi yang efektif bagi suatu organisasi.
Daftar
Pustaka :
Anthony, Robert N., dan Vijay
Govindarajan. 2009. Management Control System, 11th ed.
Jakarta : Salemba Empat.
Komentar
Posting Komentar